Para Pendemo Menyerang Belasan Menara Telekomunikasi Milik Junta Militer

JakartaPengunjuk rasa menyerang serta merusak belasan menara telekomunikasi milik militer Myanmar pada Rabu (8/9). Aksi ini menyusul pernyataan perang oleh pemerintah bayangan Myanmar terhadap junta militer.

Para pendemo mengatakan, mereka menargetkan 11 menara selular Mytel, jaringan telekomunikasi milik militer, di wilayah Budalin, Kota Sagaing, Myanmar.

"Tujuan kami adalah untuk menghancurkan bisnis milik militer. Bisnis-bisnis itu mendukung mereka dalam mempertahankan kekuasaan mereka. Oleh karenanya, kami harus menghancurkannya," ujar seorang pengunjuk rasa, sebagaimana dikutip dari AFP.

Sejumlah media lokal mengunggah video clip yang menunjukkan ledakan dan diikuti oleh runtuhnya satu menara. Para pengunjuk rasa bertepuk tangan menyambut rusaknya menara tersebut.

Dua menara lainnya, yang berlokasi di wilayah Kota Sagaing, juga dilaporkan telah dirusak oleh warga.

Situasi di Myanmar mulai kacau semenjak pemerintahan Aung San Suu Kyi digulingkan oleh militer pada 1 Februari lalu.

Ribuan warga berdemonstrasi di berbagai kota, menuntut demokrasi dan menentang kudeta. Bentrok antara pendemo dan pasukan militer tak terelakkan.

Menurut lembaga HAM di Myanmar, lebih dari 1.000 warga sipil tewas dibunuh dan 8.000 lainnya ditangkap.

Perang Pertahanan Rakyat


Pemerintah bayangan yang dinamakan Pemerintah Persatuan Nasional (National Unity Federal Government, NUG) menyatakan perang terhadap junta militer pada Selasa (7/9).

NUG, yang mengeklaim sebagai pemerintah sah Myanmar, terdiri atas pejabat dari pemerintahan Aung San Suu Kyi yang digulingkan. Presiden NUG Duwa Lashi La mendesak rakyat Myanmar untuk menargetkan aset-aset militer di area mereka.

"Kami menyatakan perang pertahanan rakyat terhadap junta militer. Seluruh rakyat Myanmar memberontak, menolak teroris militer yang dikepalai oleh Min Aung Hlaing," tegas Duwa Lashi La

. NUG telah mengumumkan pembentukan "pasukan pertahanan rakyat" pada Mei lalu untuk melawan pasukan junta militer yang dilengkapi persenjataan. Tetapi, pasukan NUG ini belum menunjukkan dampak yang besar.

Sementara, pemerintahan militer di bawah Minutes Aung Hlaing menuding NUG sebagai teroris yang memecah belah Myanmar.

Juru bicara junta militer, Zaw Min Tun, juga menuduh NUG mencari-cari perhatian publik internasional. Pasalnya, Majelis Umum PBB akan bertemu di New york city pekan depan dan akan membahas soal Myanmar.

Agenda PBB pekan depan adalah menentukan siapa pihak yang akan merepresentasikan Myanmar: junta militer atau pemerintahan bayangan.

"Kelompok-kelompok teroris ini menyadari mereka hampir gagal. Itulah mengapa mereka terus berupaya menggalakkan usaha mereka untuk menarik perhatian internasional," ujar Zaw Minutes Tun dalam keterangannya.

Junta militer berkali-kali membela pengambilalihan kekuasaannya. Menurutnya, ada kecurangan pada pemilu Myanmar tahun 2020 lalu yang memenangkan partai Aung San Suu Kyi.

Jenderal Minutes Aung Hlaing pada bulan lalu menjanjikan penyelenggaraan pemilu Myanmar selanjutnya pada Agustus 2023 mendatang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salah Satu Anggota TNI Asal Sintang yang Gugur di Papua Akan Dimakamkan di Ketungau Tengah

Akibat Vaksin Terlambat Datang, Warga Solo Gagal Vaksinasi

Ketua MPR Mengatakana Ada Makna Dibalik Pandemi Covid-19, Bisa Menguatkan Ikatan Kesolidaritas Kebangsaan