Beberapa Bangunan di Dunia yang Belum Selesai di Banguna Tetapi Banyak di Datangi Turis
Jakarta - Di dunia ini banyak bangunan megah, indah, dan mewah yang sering dikunjungi oleh turis. Biasanya tempat itu dikelilingi dengan pemandangan indah, serta teknologi yang canggih.
Namun, meski belum selesai, bangunan-bangunan ini telah menjadi landmark yang menarik wisatawan untuk mengetahui sejarah dan tragedi selama pembangunan itu dilakukan.
Para pencetus dan arsitek bangunan-bangunan tersebut telah meninggalkan "tanda" di tempat di mana bangunan itu dibangun. Ada berbagai macam alasan untuk berhentinya pembangunan, seperti kekurangan dana, perang, rencana yang kurang realistis, dan lain sebagainya.
Berikut lima bangunan yang belum selesai pembangunannya, tapi tetap terkenal menurut Fodors Traveling.
Sagarda Familia adalah bangunan yang dibangun sejak tahun 1882 di Barcelona, Spanyol. Hasil karya dari arsitek Antoni Gaudi ini rencananya dibangun untuk neo-gothic.
Namun, ketika Antoni Gaudi mengambil alih bangunan itu dari Francisco de Paula del Villar, ia mengubah complete desain dari bangunan tersebut.
Dilansir Fodors Traveling, bangunan ini masih dalam proses pembangunan ketika Antoni Gaudi meninggal dunia pada tahun 1926. Dengan terjadinya Perang Saudara Spanyol pada tahun 1936, hal tersebut membuat pembangunan berhenti, dan semua bangunan yang sudah berdiri dihancurkan.
Untungnya, rencana pembangunan dan semua bahan-bahan yang ada dapat diselamatkan. Sekarang banyak turis yang mengunjungi Situs Warisan Dunia UNESCO ini untuk membantu mendanai proyek penyelesaian bangunan tersebut. Bangunan itu dijadwalkan akan selesai pada tahun 2026.
Untuk turis yang ingin berkunjung ke Sagarda Familia, harus membayar tiket masuk sekitar 26 euro atau setara dengan Rp 429 ribu.
Sebuah bangunan batu raksasa yang menjulang tinggi terletak di sebelah utara Kota Edinburgh. Bangunan ini sehari-harinya dikenal sebagai "aib" dari Kota Edinburgh.
Dilansir Edinburgh Live, Monumen Nasional Skotlandia yang berada di Edinburgh awalnya dibangun untuk menjadi monumen peringatan untuk tentara yang gugur dalam perang Napoleon.
Namun sayang, monumen ini tidak selesai karena kehabisan dana. Bangunan yang mulai dibangun pada tahun 1822 ini dirancang oleh William Playfair dan CR Cockerell. Karena kehabisan dana, pada tahun 1829 pembangunan monumen ini terhenti.
Masyarakat sempat membuat petisi untuk orang-orang terkaya di negaranya. Namun, tidak ada yang mau menanggung karena biaya pembangunannya hanya untuk membetulkan satu pilar saja sekitar Rp 100 ribu poundsterling atau setara Rp 2 miliar.
Dan sepertinya penampakan "aib" dari Kota Edinburgh ini akan tetap sama seperti sebelumnya. Jika ingin berkunjung ke monumen ini, para turis tidak perlu bayar alias gratis.
Stadion ini terletak di antara Dutzendteich dan Märzfeld. Kota Nuremberg direncanakan mempromosikan peran baru Hitler untuk menunjukkan semua bangunan yang sudah direncanakan.
Dilansir Fordos Travel, Hitler sangat ingin membangun stadion terbesar di dunia yang terletak di Nuremberg. Ia memperlihatkan model stadion ini ke ribuan penonton pada tahun 1937.
Jika selesai, stadion ini akan memiliki tribun setinggi 100 meter dan menampung kapasitas penonton sekitar 400 ribu orang. Selama 18 bulan, para pekerja membangun tempat duduk stadion tersebut dengan menggunakan 40 ribu beton dan kayu.
Tahun 1938, Hitler mengunjungi bangunan stadion tersebut dan membayangkan kalau stadion itu bisa menjadi tempat untuk olimpiade.
Sayangnya, saat terjadi Perang Dunia II, pembangunan dihentikan. Kursi yang terbuat dari kayu digunakan untuk membangun kembali desa yang hancur saat perang.
Namun, pondasi dari stadion itu tetap bertahan, seolah menceritakan mimpi Hitler yang ambisius untuk menjadikannya stadion terbesar di dunia.
Kompleks Piramida Neferefre atau bisa juga disebut Raneferef dibangun pada Dinasti Kelima (2994-2345 SM), tapi pembangunannya tidak pernah selesai.
Sayangnya, Neferefre meninggal sebelum piramida itu dapat diselesaikan. Kalau ditarik mundur, bangunan ini sudah berdiri 4.500 tahun yang lalu, di mana tahun tersebut adalah tahun Neferefre memerintah Abusir, Mesir.
Beberapa bagian dari mumi Firaun ditemukan di piramida ini, termasuk tangan kirinya. Ada juga pecahan sarkofagus granit merahnya, peralatan pemakamannya, dan toples kanopi pualamnya.
Namun, banyak ahli Mesir Kuno menyimpulkan bahwa monumen yang belum selesai ini bukan merupakan pemakaman dari Firaun.
Gedung pencakar langit yang berada di Bangkok, Thailand, ini merupakan salah satu proyek terbesar pada tahun 1990-an. Kemudian Thailand tenggelam dalam krisis keuangan Asia pada tahun 1997.
Dilansir Atlasobcura, hal tersebut membuat banyak pembangunan dari gedung-gedung lainnya terhenti. Namun sayangnya, menara yang memiliki 49 lantai ini tidak dilanjutkan lagi hingga sekarang.
The Sathorn Special memiliki suasana yang menakutkan, mengerikan, dan mencekam. Menurut seseorang yang pernah ke sana, ruangan-ruangan yang ditinggal dipenuhi dengan benda-benda aneh. Mulai dari manekin hingga gambar Raja.
Penduduk sekitar gedung itu mengatakan bahwa The Sathorn Unique berhantu dan dilarang untuk dimasuki. Pada tahun 2016, dibangun pagar yang terbuat dari seng mengelilingi menara.
Banyak turis yang memaksa masuk untuk naik ke gedung ini, namun itu merupakan tindakan yang ilegal dan para pelanggarnya akan dikenakan sanksi.
Tapi tahukah kamu, ada banyak bangunan di seluruh dunia yang belum terselesaikan, tapi sudah terkenal dan dikunjungi oleh wisatawan?
Namun, meski belum selesai, bangunan-bangunan ini telah menjadi landmark yang menarik wisatawan untuk mengetahui sejarah dan tragedi selama pembangunan itu dilakukan.
Para pencetus dan arsitek bangunan-bangunan tersebut telah meninggalkan "tanda" di tempat di mana bangunan itu dibangun. Ada berbagai macam alasan untuk berhentinya pembangunan, seperti kekurangan dana, perang, rencana yang kurang realistis, dan lain sebagainya.
Berikut lima bangunan yang belum selesai pembangunannya, tapi tetap terkenal menurut Fodors Traveling.
Sagrada Familia, Barcelona, Spanyol
Sagarda Familia adalah bangunan yang dibangun sejak tahun 1882 di Barcelona, Spanyol. Hasil karya dari arsitek Antoni Gaudi ini rencananya dibangun untuk neo-gothic.
Namun, ketika Antoni Gaudi mengambil alih bangunan itu dari Francisco de Paula del Villar, ia mengubah complete desain dari bangunan tersebut.
Dilansir Fodors Traveling, bangunan ini masih dalam proses pembangunan ketika Antoni Gaudi meninggal dunia pada tahun 1926. Dengan terjadinya Perang Saudara Spanyol pada tahun 1936, hal tersebut membuat pembangunan berhenti, dan semua bangunan yang sudah berdiri dihancurkan.
Untungnya, rencana pembangunan dan semua bahan-bahan yang ada dapat diselamatkan. Sekarang banyak turis yang mengunjungi Situs Warisan Dunia UNESCO ini untuk membantu mendanai proyek penyelesaian bangunan tersebut. Bangunan itu dijadwalkan akan selesai pada tahun 2026.
Untuk turis yang ingin berkunjung ke Sagarda Familia, harus membayar tiket masuk sekitar 26 euro atau setara dengan Rp 429 ribu.
Monumen Nasional Skotlandia, Edinburgh, Skotlandia
Sebuah bangunan batu raksasa yang menjulang tinggi terletak di sebelah utara Kota Edinburgh. Bangunan ini sehari-harinya dikenal sebagai "aib" dari Kota Edinburgh.
Dilansir Edinburgh Live, Monumen Nasional Skotlandia yang berada di Edinburgh awalnya dibangun untuk menjadi monumen peringatan untuk tentara yang gugur dalam perang Napoleon.
Namun sayang, monumen ini tidak selesai karena kehabisan dana. Bangunan yang mulai dibangun pada tahun 1822 ini dirancang oleh William Playfair dan CR Cockerell. Karena kehabisan dana, pada tahun 1829 pembangunan monumen ini terhenti.
Masyarakat sempat membuat petisi untuk orang-orang terkaya di negaranya. Namun, tidak ada yang mau menanggung karena biaya pembangunannya hanya untuk membetulkan satu pilar saja sekitar Rp 100 ribu poundsterling atau setara Rp 2 miliar.
Dan sepertinya penampakan "aib" dari Kota Edinburgh ini akan tetap sama seperti sebelumnya. Jika ingin berkunjung ke monumen ini, para turis tidak perlu bayar alias gratis.
Stadion Deutsches, Nuremberg, Jerman
Stadion ini terletak di antara Dutzendteich dan Märzfeld. Kota Nuremberg direncanakan mempromosikan peran baru Hitler untuk menunjukkan semua bangunan yang sudah direncanakan.
Dilansir Fordos Travel, Hitler sangat ingin membangun stadion terbesar di dunia yang terletak di Nuremberg. Ia memperlihatkan model stadion ini ke ribuan penonton pada tahun 1937.
Jika selesai, stadion ini akan memiliki tribun setinggi 100 meter dan menampung kapasitas penonton sekitar 400 ribu orang. Selama 18 bulan, para pekerja membangun tempat duduk stadion tersebut dengan menggunakan 40 ribu beton dan kayu.
Tahun 1938, Hitler mengunjungi bangunan stadion tersebut dan membayangkan kalau stadion itu bisa menjadi tempat untuk olimpiade.
Sayangnya, saat terjadi Perang Dunia II, pembangunan dihentikan. Kursi yang terbuat dari kayu digunakan untuk membangun kembali desa yang hancur saat perang.
Namun, pondasi dari stadion itu tetap bertahan, seolah menceritakan mimpi Hitler yang ambisius untuk menjadikannya stadion terbesar di dunia.
Piramida Neferefre, Abusir, Mesir
Kompleks Piramida Neferefre atau bisa juga disebut Raneferef dibangun pada Dinasti Kelima (2994-2345 SM), tapi pembangunannya tidak pernah selesai.
Sayangnya, Neferefre meninggal sebelum piramida itu dapat diselesaikan. Kalau ditarik mundur, bangunan ini sudah berdiri 4.500 tahun yang lalu, di mana tahun tersebut adalah tahun Neferefre memerintah Abusir, Mesir.
Beberapa bagian dari mumi Firaun ditemukan di piramida ini, termasuk tangan kirinya. Ada juga pecahan sarkofagus granit merahnya, peralatan pemakamannya, dan toples kanopi pualamnya.
Namun, banyak ahli Mesir Kuno menyimpulkan bahwa monumen yang belum selesai ini bukan merupakan pemakaman dari Firaun.
Sathorn Special Tower, Bangkok, Thailand
Gedung pencakar langit yang berada di Bangkok, Thailand, ini merupakan salah satu proyek terbesar pada tahun 1990-an. Kemudian Thailand tenggelam dalam krisis keuangan Asia pada tahun 1997.
Dilansir Atlasobcura, hal tersebut membuat banyak pembangunan dari gedung-gedung lainnya terhenti. Namun sayangnya, menara yang memiliki 49 lantai ini tidak dilanjutkan lagi hingga sekarang.
The Sathorn Special memiliki suasana yang menakutkan, mengerikan, dan mencekam. Menurut seseorang yang pernah ke sana, ruangan-ruangan yang ditinggal dipenuhi dengan benda-benda aneh. Mulai dari manekin hingga gambar Raja.
Penduduk sekitar gedung itu mengatakan bahwa The Sathorn Unique berhantu dan dilarang untuk dimasuki. Pada tahun 2016, dibangun pagar yang terbuat dari seng mengelilingi menara.
Banyak turis yang memaksa masuk untuk naik ke gedung ini, namun itu merupakan tindakan yang ilegal dan para pelanggarnya akan dikenakan sanksi.
Komentar
Posting Komentar