Kecelakan Maut Sebuah Bus yang Memakan Korban Meninggal 46 Orang Termasuk Anak-anak di Bulgaria

Sofia - Sedikitnya 46 orang tewas dalam sebuah kecelakaan bus di Bulgaria, menurut keterangan pihak berwenang pada Selasa.

Awalnya kepala Departemen Pemadam Kebakaran Kementerian Dalam Negeri, Nikolay Nikolov menyampaikan 45 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, namun tak lama kemudian information korban diperbarui menjadi 46.

Dikutip dari laman Deutsche Welle (DW), Selasa (23/11), lokasi kecelakaan telah ditutup dan Perdana Menteri Bulgaria sementara, Stefan Yanef langsung bergegas ke TKP.

Pihak berwenang tidak segera menjelaskan bagaimana kecelakaan tersebut terjadi dan tidak menyebutkan penyebab kecelakaan.

Nikolov kepada stasiun televisi swasta bTV menyampaikan ada dua kemungkinan, bus terbakar dulu kemudian kecelakaan atau kecelakaan dulu kemudian terbakar.

"Tujuh penumpang selamat," ujarnya.

Penumpang yang selamat ini dilarikan ke rumah sakit di ibu kota, Sofia.

Seorang pejabat dari rumah sakit di Sofia mengatakan tujuh korban selamat yang sedang menjalani perawatan ini melompat dari bus yang terbakar. Mereka dalam keadaan stabil.

Bus yang berplat Macedonia Utara itu berangkat dari Istanbul, Turki, menujut Skopje di Macedonia Utara. Ada 53 orang di dalamnya, termasuk 12 anak-anak.

Kecelakaan diyakini terjadi pada pukul 02.00 waktu setempat jalan tol Struma, sekitar 40 kilometer dari Sofia.

Seorang pejabat di Kedutaan Besar Macedonia Utara di Sofia mengatakan, sebagian besar penumpang bus berasal dari Macedonia Utara. Perdana Menteri Macedonia Utara, Zoran Zaev menduga semua korban merupakan warga negaranya.

"Kami tidak tahu apakah semua korban berasal dari Macedonia Utara, tapi kami berasumsi begitu karena bus itu terdaftar di negara ini," jelasnya dalam wawancara dengan Nova television.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salah Satu Anggota TNI Asal Sintang yang Gugur di Papua Akan Dimakamkan di Ketungau Tengah

Akibat Vaksin Terlambat Datang, Warga Solo Gagal Vaksinasi

Ketua MPR Mengatakana Ada Makna Dibalik Pandemi Covid-19, Bisa Menguatkan Ikatan Kesolidaritas Kebangsaan