Badan Kesehatan Dunia Peringatkan Negara Kaya Jangan Menimbun Vaksin untuk Melawan Varian Omicron

Jakarta - Negara-negara kaya mungkin mulai menimbun lagi vaksin COVID-19, mengancam pasokan global saat mereka berupaya menopang persediaan vaksin untuk memerangi COVID-19 varian Omicron, kata pejabat elderly Badan Kesehatan Dunia (WHO), Kamis.

Peringatan dari direktur imunisasi that, Kate O'Brien, muncul saat pasokan untuk program berbagi vaksin COVAX yang dipimpin that dan GAVI meningkat dalam beberapa bulan belakangan.

Limpahan itu berkat donasi dari negara-negara kaya dan setelah India melonggarkan pembatasan ekspor vaksin.

Langkah New Delhi memungkinkan Lotion Institute of India melanjutkan pengiriman vaksin AstraZeneca yang diproduksi olehnya, terutama untuk COVAX.

"Kita harus memastikan bahwa (pengiriman yang lebih banyak) terus berjalan," kata O'Brien saat jumpa pers, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Jumat (10/12).

"Saat kita menghadapi Omicron apa pun yang bakal terjadi, ada risiko bahwa pasokan worldwide akan balik lagi ke negara-negara berpenghasilan tinggi yang menimbun vaksin" sebab mereka berupaya untuk melindungi kemampuannya untuk memvaksin warga, kata dia.

Sebelumnya O'Brien mengatakan masalah utama bagi COVAX adalah negara-negara kaya yang menyumbangkan vaksin COVID-19 dengan tanggal hampir kedaluwarsa, seraya mencatat bahwa tingkat pemborosan juga tinggi di sejumlah negara-negara kaya.

Melalui program COVAX sebanyak 610 juta dosis vaksin telah tersalurkan ke 144 negara atau wilayah sejak Februari, menurut laman GAVI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salah Satu Anggota TNI Asal Sintang yang Gugur di Papua Akan Dimakamkan di Ketungau Tengah

Akibat Vaksin Terlambat Datang, Warga Solo Gagal Vaksinasi

Ketua MPR Mengatakana Ada Makna Dibalik Pandemi Covid-19, Bisa Menguatkan Ikatan Kesolidaritas Kebangsaan