Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Beberapa Bangunan di Dunia yang Belum Selesai di Banguna Tetapi Banyak di Datangi Turis

Jakarta -  Di dunia ini banyak bangunan megah, indah, dan mewah yang sering dikunjungi oleh turis. Biasanya tempat itu dikelilingi dengan pemandangan indah, serta teknologi yang canggih. Tapi tahukah kamu, ada banyak bangunan di seluruh dunia yang belum terselesaikan, tapi sudah terkenal dan dikunjungi oleh wisatawan ? Namun, meski belum selesai, bangunan-bangunan ini telah menjadi landmark yang menarik wisatawan untuk mengetahui sejarah dan tragedi selama pembangunan itu dilakukan. Para pencetus dan arsitek bangunan-bangunan tersebut telah meninggalkan "tanda" di tempat di mana bangunan itu dibangun. Ada berbagai macam alasan untuk berhentinya pembangunan, seperti kekurangan dana, perang, rencana yang kurang realistis, dan lain sebagainya. Berikut lima bangunan yang belum selesai pembangunannya, tapi tetap terkenal menurut Fodors Traveling. Sagrada Familia, Barcelona, Spanyol Sagarda Familia adalah bangunan yang dibangun sejak tahun 1882 di Barcelona, Spanyol. Hasil karya da...

Kecelakan Maut Sebuah Bus yang Memakan Korban Meninggal 46 Orang Termasuk Anak-anak di Bulgaria

Sofia -  Sedikitnya 46 orang tewas dalam sebuah kecelakaan bus di Bulgaria, menurut keterangan pihak berwenang pada Selasa. Awalnya kepala Departemen Pemadam Kebakaran Kementerian Dalam Negeri, Nikolay Nikolov menyampaikan 45 orang tewas dalam kecelakaan tersebut, namun tak lama kemudian information korban diperbarui menjadi 46. Dikutip dari laman Deutsche Welle (DW), Selasa (23/11), lokasi kecelakaan telah ditutup dan Perdana Menteri Bulgaria sementara, Stefan Yanef langsung bergegas ke TKP. Pihak berwenang tidak segera menjelaskan bagaimana kecelakaan tersebut terjadi dan tidak menyebutkan penyebab kecelakaan. Nikolov kepada stasiun televisi swasta bTV menyampaikan ada dua kemungkinan, bus terbakar dulu kemudian kecelakaan atau kecelakaan dulu kemudian terbakar. "Tujuh penumpang selamat," ujarnya. Penumpang yang selamat ini dilarikan ke rumah sakit di ibu kota, Sofia. Seorang pejabat dari rumah sakit di Sofia mengatakan tujuh korban selamat yang sedang menjalani perawatan ...

Warga China Sebelum Membeli Rumah Sewa Orang Untuk Memastikan Bangunan Tak Berhantu

Henan -  Cukup sulit menjual properti di Asia karena di benua ini sering terjadi 'kematian yang tidak wajar', tapi untungnya, sekelompok pekerja lepas pemberani di China akan memastikan rumah yang akan Anda beli tidak berhantu dengan bayaran tentunya. Di China, industri kecil " penguji rumah hantu " sering dipakai jasanya oleh agen properti, pemilik, atau pembeli potensial. Mereka biasanya dibayar satu yuan per menit, dan bisa menghasilkan lebih dari 1.440 yuan (Rp 3 juta) untuk tinggal 24 jam di rumah itu. Demikian menurut Dahe Daily, situs internet berita yang berbasis di Provinsi Henan. Laporan itu mengutip seorang penguji rumah hantu, seorang pensiunan tentara bermarga Zhang, yang mengatakan dia tahu lebih dari puluhan orang lain yang mengambil pekerjaan itu. "Ini adalah pekerjaan khusus. Ini tidak cocok untuk menjadi pekerjaan penuh waktu, tetapi bisa menjadi pekerjaan paruh waktu. Pekerja harus terbang melintasi negeri dan mereka tidak tahu ke mana mereka a...

Pemerintah China Memperingatkan Bahaya Covid-19 Pada Paket Menjelang Hari Belanja Terbesar Pada Tanggal 11 November

Heibei -  Pihak berwenang China mengeluarkan peringatan tentang paket yang berpotensi terkontaminasi Covid-19 jelang celebration belanja bold tahunan terbesar di negara tersebut setelah tiga pekerja di sebuah perusahaan kecil yang membuat pakaian anak-anak dinyatakan positif terkena infection corona. Pihak berwenang kini tengah memeriksa paket dan memantau orang-orang yang telah menanganinya setelah infeksi ditemukan di perusahaan Haohui Ecommerce Co. yang berbasis di Hebei. Layanan pengiriman paket di dua kota di sana - Xinji dan Jinzhou - serta kota Shenze telah dihentikan, menurut pernyataan pemerintah. Sekitar 300 paket telah diuji, semuanya kembali negatif. Pengujian juga telah dilakukan di sebuah daerah kecil di Guangxi China selatan, di mana 16 paket dari perusahaan itu dianggap pihak berwenang sebagai kiriman "terkait Covid-19 ". Laman the Straits Times melaporkan, Rabu (10/11), Komisi kesehatan setempat mengatakan siapa pun yang menyentuh paket harus menjalani tes da...

Serangan Drone As Dikatakan Tak Ada Unsur Kelalaian Pada Saat Serangan Salah Sasaran di Afghanistan

Kabul -  Tinjauan independen Pentagon menyimpulkan, serangan drone AS yang menewaskan warga sipil di Kabul, Afghanistan, dan anak-anak pada hari terakhir menjelang penarikan pasukan tidak disebabkan kesalahan atau kelalaian. Tinjauan tersebut tidak merekomendasikan tindakan disiplin apapun. Tinjauan yang dilakukan Letjen Angkatan Udara Sami Said menemukan, ada gangguan komunikasi dan gangguan dalam proses identifikasi dan konfirmasi target pengeboman. Said menyimpulkan, serangan salah sasaran itu terjadi walapun telah dilakukan tindakan untuk mencegah jatuhnya korban sipil. "Saya menemukan bahwa mengingat informasi yang mereka miliki dan analisis yang mereka lakukan saya memahami mereka mendapat kesimpulan yang salah, tapi apakah beralasan untuk menyimpulkan apa yang mereka simpulkan berdasarkan apa yang mereka punya? Itu tidak beralasan. Itu ternyata salah," jelasnya, dikutip dari Associated Press (AP), Kamis (4/11). Said adalah inspektur jenderal Angkatan Udara dan dinilai...